Kami merupakan awardee beasiswa Mutual+ angkatan ke-7 yang terdiri dari Putri, Kayla, Syifa, Zula, dan Alya dari Universitas Indonesia, serta Roberto dari Universitas Brawijaya. Dalam program ini, kami berkesempatan menjalankan Mutualplus Social Project (MSP), yaitu salah satu rangkaian program beasiswa Mutual+ yang berfokus pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial. Melalui program inilah kami menginisiasi kegiatan “Berkah Organik” bersama warga Kampung Berkah, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kegiatan “Berkah Organik” dilaksanakan dalam empat pertemuan bersama pengurus Bank Sampah Manggala Jingga dan warga Kampung Berkah. Agenda ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini meliputi penyampaian materi pengomposan, praktik pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair dan pupuk kompos, serta pengenalan pemanfaatan hasil pengolahan sampah untuk mendukung penghijauan lingkungan. Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan diskusi, games, dan pelatihan ecoprint. Melalui rangkaian kegiatan Berkah Organik, warga diajak untuk memahami bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari lingkungan sekitar melalui langkah sederhana yang bermanfaat bagi kebersihan dan penghijauan lingkungan.
Kampung Berkah merupakan kawasan padat penduduk yang berada di RT 003/RW 006, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Terdapat sekitar 400 kepala keluarga dengan total lebih dari 1.200 jiwa yang tinggal di wilayah tersebut. Selain menghadapi risiko banjir karena lokasinya yang berada di dataran rendah dekat sungai, warga juga mengalami keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah. Meski demikian, masyarakat Kampung Berkah memiliki semangat gotong royong yang tinggi melalui kegiatan Bank Sampah dan penanaman sayuran yang sudah berjalan sebelumnya. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan program Berkah Organik agar warga dapat memiliki keterampilan baru dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Selama melaksanakan MSP 2026, para awardee juga merasakan antusiasme dan partisipasi warga yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Alya turut merasakan kesan mendalam, terutama karena solidnya kerja sama tim dan antusiasme masyarakat. Ia mengungkapkan, “Saya sangat terharu dengan antusiasme warga yang begitu tinggi dalam setiap rangkaian acara,” sembari menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Mutualplus, Kelompok 1 UI, serta seluruh warga yang telah menyukseskan program ini. Hal tersebut menjadi motivasi bagi tim kami untuk semangat memberikan pendampingan yang bermanfaat dan aplikatif bagi masyarakat.
Bagi Putri, kegiatan ini memberikan pembelajaran berharga tentang cara menyusun proyek sosial. Ia menyampaikan, “Melalui MSP, saya banyak belajar tentang membuat social project dan pelatihan yang bermakna bagi warga,” yang terbukti dari bagaimana warga Kampung Berkah masih mengingat dan berterima kasih atas fasilitas pelatihan pengelolaan sampah organik hingga saat ini.
Zula menyoroti kehangatan dan rasa kekeluargaan yang mereka terima sejak masa pre-event hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Ia menyatakan, “Kami selalu disambut dengan hangat dan merasakan kekeluargaan yang kuat di sini,” seraya berharap agar manfaat yang dibagikan selama empat pertemuan tersebut dapat terus berdampak dan disebarluaskan oleh warga ke lingkungan sekitar.
Sebagai perwakilan pengurus Bank Sampah Manggala Jingga, Bu Tina menyambut baik adanya program ini karena melengkapi sistem pengelolaan lingkungan yang sudah berjalan. Ia menyampaikan, “Saya senang karena di kampung kami sekarang ditambah dengan pengolahan sampah organik, sehingga warga semakin mengetahui manfaatnya setelah diolah,” dengan harapan agar masyarakat Kampung Berkah konsisten mempraktikkannya hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai guna.
Kesan serupa juga dirasakan oleh warga lainnya, yaitu Bu Ida, yang bersyukur karena hasil nyata dari pelatihan ini sudah bisa dirasakan langsung di kebun mereka. Ia mengungkapkan, “Alhamdulillah pupuknya sudah jadi dan membantu menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi sampah yang membuat lingkungan kumuh.” Selain itu, ia menambahkan bahwa kegiatan ini telah mempererat keakraban antara warga dan awardee. Ke depannya, ia berharap pengolahan mandiri ini terus meluas dan dapat diproduksi lebih banyak agar bisa menjadi sumber keuntungan ekonomi bagi warga.
Melalui program ini, para awardee berharap kegiatan “Berkah Organik” tidak berhenti hanya sebagai program pengabdian masyarakat, tetapi dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh warga Kampung Berkah hingga hasil dari pengomposan sampah secara mandiri tersebut dapat menjadi salah satu sumber pendapatan Kampung Berkah itu sendiri. Dengan adanya dukungan dari pengurus Bank Sampah Manggala Jingga dan kader lingkungan setempat, program ini juga diharapkan mampu menjadi langkah awal menuju kampung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Penulis: Putri, Kayla, Syifa, Zula, dan Alya (Kelompok 1 Universitas Indonesia) Penyunting: Marcomm Mutual+